Tentang LP3M

Bagi setiap institusi, mutu adalah agenda utama dan meningkatkan mutu merupakan tugas yang paling penting. Oleh sebab itu, persoalan mutu sudah lama menjadi perhatian Universitas Udayana (Unud). Upaya peningkatannya terus menerus dilakukan. Agar upaya tersebut terorganisir dan tersistematisasi baik, kini di Unud telah dikembangkan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPMPT). Untuk melaksanakan sistem tersebut, Unud memiliki Badan Penjaminan Mutu Universitas Udayana, disingkat BPMU. BPMU merupakan badan yang bertugas membantu Rektor dalam melaksanakan proses penjaminan mutu di tingkat universitas. Ditetapkan dengan SK Rektor No.56/J14/ KP.02.18/2006; SK Rektor No.159/J14/PR.01.11/2006; SK Rektor No.175/J14/KP.02.18 /2006.

Pendirian BPMU merupakan wujud kesadaran dan kepedulian Unud akan pentingnya mutu pendidikan. Pimpinan beserta sivitas kademika Unud menyadari bahwa penerapan manajemen mutu dalam pendidikan merupakan pengembangan dari konsep Total Quality Management (TQM). Secara filosofis, konsep ini menekankan pada pencarian secara konsisten terhadap perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai kebutuhan dan kepuasan pelanggan.

Beranjak dari kesadaran tersebut, dalam pengoperasian TQM di bidang akademik, Unud memperhatikan dan menerapkan: perbaikan mutu secara terus-menerus (continous quality imprevoment); menentukan standar mutu (quality assurance); perubahan kultur (change of culture); perubahan sistem organisasi (upside-down organization); mempertahankan hubungan dengan pelanggan (keeping close to the customer). Dalam rangka mengimplementasikan beberapa hal pokok di atas, Unud telah menetapkan kelembagaan (menetapkan sistem mutu), menyusun manual mutu, menyusun beberapa dokumen implementasinya (manual prosedur, instruksi kerja, borang, dll); mensosialisakan standar mutu, kelembagaan, manual dan dokumen pada internal stakeholders dan mengimplementasikan standar mutu, kelembagaan, manual serta dokumen di maksud.